Tips Pemasangan Keramik Diagonal

Tips Pemasangan Keramik Diagonal

Tips Pemasangan Keramik Diagonal – Pemasangan lantai keramik dengan pola diagonal sangat berguna untuk memberikan kesan luas, khususnya di ruangan-ruangan yang berukuran minimalis. Ruangan yang bentuknya tidak siku juga bisa tersamarkan kekurangannya dengan memasang keramik diagonal pada bagian lantai. Anda yang menginginkan suasana ruangan yang lebih dinamis dan tidak monoton pun dapat mengaplikasikan teknik pemasangan keramik dengan pola ini.

Baca juga: Tips Desain Rumah Tipe 36

Untuk proses pemasangannya pun cukup mudah dan tak menghabiskan banyak waktu. Jika anda berencana igin mencoba pemasangan keramik diagonal, silahkan ikuti tips yang ada di bawah ini ya gaes.

Merendam keramik

Pertama-tama, Anda perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pemasangan lantai keramik. Apabila semua bahan-bahannya telah terkumpul, langkah selanjutnya adalah merendam keramik di dalam air selama kurang lebih 3 jam. Hal ini dilakukan agar keramik dapat merekat dengan sempurna. Pada proses ini Anda juga dapat memeriksa kondisi keramik, apakah ada yang rusak atau tidak.

Mengukur dimensi ruangan

Selagi keramik di rendam, Anda dapat mengukur dimensi ruangan yang akan dipasangkan lantai keramik. Jangan lupa untuk mencari sisi tengah diagonal ruangan. Sisi tengah ini akan menjadi titik pertama pemasangan keramik, yang kemudian akan diteruskan pada bagian kiri, kanan, atas dan bawah.

Menentukan ketinggian lantai

Karena keramik memiliki ketebulan juga, Anda perlu menentukan berapa ketinggian lantai yang ideal. Ketinggian ini harus disesuaikan dengan ketinggian pintu rumah serta kusennya.

Memberikan pembatas

Tahap persiapan terakhir adalah memberikan pembatas berupa benang pada dua jalur rata dengan dinding serta dua jalur diagonal ruangan. Dengan begitu pemasangan keramik diagonal akan lebih mudah dan terarah.

Menyiapkan adonan

Kemudian Anda perlu menyiapkan campuran adonan untuk merekat keramik. Adonan ini dibuat dengan menggunakan perbandingan 1 semen: 3 pasir beton. Ingatlah bahwa adonan tidak boleh terlalu basah maupun terlalu kering. Hasil akhir adonan perlu diperiksa kembali sebelum akan digunakan. Apabila adonan yang dilepaskan dalam kondisi bulat, maka adonan sudah siap digunakan.

Menuangkan adonan

Adonan yang telah dibuat sebelumnya kemudian dituangkan dibagian dalam dua benang. Dengan cara ini Anda telah memperoleh satu baris pasangan keramik. Selanjutnya, antara keramik dan adonan diberikan aci encer yang berfungsi sebagai perekat. Aci ini dilapisi diatas adonan dan ratakan secara menyuruh. Jangan gunakan terlalu banyak aci agar tidak terlalu cepat kering.

Memasang keramik

Selanjutnya keramik dapat dipasangkan satu persatu. Pekerjaan dimulai dari titik tengah diagonal ruangan, yang kemudian dilanjutkan pada sisi kanan, kiri hingga keseluruh ruangan. Anda dapat menggunakan bantuan palu karet untuk menekan keramik secara perlahan.

Melakukan pemotongan

Pada akhir proses pemasangan, Anda perlu melakukan pemotongan pada sisi keramik yang dekat dengan bagian dinding menggunakan alat pemotong keramik khusus. Anda dapat menggunakan angel grinder atau gunting keramik. Pemotongan ini harus memiliki jarak maksimal 0.5 cm dari dinding, supaya tampilannya lebih rapi dan tidak berongga.